​ADA KAMPUS DI SEBERANG SANA

Tidak ada hal yang aku pedulikan selain kamu yang menjadi tempat lahirnya sebuah pemikiran baru, ide-ide baru, ilmu baru dan karakter yang sesungguhnya.

Ada sebuah kampus di pinggiran kota, tepatnya di Kecamatan Gondanglegi Malang, bernama Institut Agama Islam Al-Qolam. Betul sih, memang tidak terlalu banyak orang mengenal nama itu, apalagi ketika saya dan sahabat-sahabat saya sedang mengikuti sebuah kegiatan di luar kampus, banyak yang bertanya, “Al-Qolam itu di mana?” Ya secara spontan saja kami jawab secara detail sampai pada keadaan geografisnya, tentunya sambil cengengesan. Entah malu atau bangga dengan keadaan ini, saya tidak tahu!

Suatu hari saya pulang ke rumah setelah bermain ke rumah saudara di daerah Malang Selatan. Di sana saya mampir ke sebuah musalla kecil yang terbuat dari bambu. Ketika itu ada orang tua berbaju putih, bersarung lengkap dengan kopyah putihnya, hendak melaksanakan salat zuhur. Setelah salat berjemaah, dia menjabat tangan saya seraya bertanya nama dan alamat. Sontak saya menjawab dan sekaligus menanyakan namanya. Ternyata namanya pak Ramlan. Percakapan itu pun berlanjut.

“Masnya kuliah atau sudah kerja?” Dia bertanya, sembari mengeluarkan sebungkus rokok dan menawarkannya kepada saya 

“Alhamdulillah, saya kuliah, pak.” Saya mengambil sebatang rokok yang dia tawarkan.

“Kuliah di mana?” Dia bertanya lagi, dengan menyodorkan korek api yang sudah menyala. Saya langsung mendekatkan rokok yang sudah ada di mulut saya. Hisapan rokok sore itu seakan membuat semuanya menjadi tenang.

“Di Gondanglegi, pak,” jawab saya, dengan nada bangga dan berharap Pak Ramlan ini tahu tantang kampus itu.

“Loh, Di Gondanglegi ada perguruan tinggi tho, mas?”

Gugur sudah senyum sumringah yang saya berikan khusus untuk pak Ramlan ini.

“Ada, pak,” Saya menjawabnya dengan tetap menyunggingkan senyum yang dipaksakan.

“Di sebelah mana, mas?” Pak Ramlan membetulkan songkoknya agak ke atas agar tidak terlihat terlalu formal. 

“Dari RSI ke utara. Tepatnya di desa Putat Lor, pak.”

Saya pun menjelaskan panjang lebar perihal kampus itu, mulai dari lokasinya hingga pada jumlah fakultas yang ada saat ini.

Pak Ramlan pun menyudahi percakapan karena harus kembali ke rumahnya yang berdekatan dengan musalla. Tak lupa, dia mempersilakan saya mampir ke rumahnya, tapi terpaksa saya tolak karena saya juga harus pulang. Dia pun berpamitan dengan salam. 

Sejanak, saat itu saya berpikir adakah yang salah ketika ada orang yang tidak tahu tentang kampus saya, padahal ada banyak alumni di sini, baik yang menjadi guru maupun yang menjadi tokoh-tokoh masyarakat? Dengan profesi itu, mereka bisa memperkenalkan almamaternya ketika mereka pergi ke suatu tempat yang berbau pendidikan. Mungkin mereka lupa akan hal itu karena tidak adanya pertemuan alumni yang seyogianya diadakan setahun sekali. Mungkin pula ada yang menganggap pertemuan alumni itu sesuatu yang biasa-biasa saja. 

Akan tetapi, perlu diketahui juga bahwa para alumnilah yang akan terus menjaga nama baik suatu lembaga. Merekalah yang akan terus menjaga nama baik itu ketika dihadapkan pada pertemuan-pertemuan kecil. Toh akan bermanfaat juga bagi lembaga itu sendiri bila ada salah satu alumninya yang mempunyai jabatan yang sangat strategis di tatanan pemerintahan, menjadi kaum akademisi yang mengisi sekolah atau seminar di mana-mana. Ketika mengisi sambutan di sebuah acara, CV mereka akan bertuliskan Al-Qolam yang berada di desa Putat Lor. Begitupun juga akan mudah didata berapa alumni dari awal berdiri sampai seterusnya. Hingga kini, masih banyak yang tidak paham akan pentingnya silaturahmi atau pertemuan alumni itu sendiri. Egoisme di mana-mana. Ada yang bilang, “alumni itu harus datang ke sini dan memberikan sumbangsih tenaga serta moralnya tanpa harus kita minta, karena dia sudah dididik di tempat itu sampai empat tahun lamanya!” Pendapat-pendapat yang semacam itu seharusnya tidak dilontarkan begitu mudah bagi orang yang berpendidikan atau mengaku dirinya menjadi dosen atau apalah itu! Sudah saatnya kita merangkul dan mendekap seluruh jajaran alumni, mencari jalan agar kita tahu bahwa output Al-Qolam sangatlah baik.

Pada saat ini kampus ini telah naik status, dari Sekolah Tinggi menjadi Institut. Lengkap pula dengan web resmi serta laman Facebooknya. Katanya, promosi kampus sudah lewat jaringan Internet yang saat ini sangat digandrungi para remaja.

Yah tentu Pak Ramlan yang berusia kisaran 50 tahunan itu tidak mempunyai Facebook! Apakah kampus mengira semua orang tahu dunia internet itu seperti apa, terutama mereka yang ada di daerah terpencil? Jangankan jaringan internet, jaringan untuk telepon atau SMS saja sulitnya minta ampun. Apa yang sebenarnya menjadi pemikiran pemegang kebijakan kampus, hingga mereka luput memperhitungkan bahwa hanya remaja saja yang tahu dunia internet? Orang tua mereka tidak tahu dunia itu. Ya, sebuah keluarga secara otomatis akan memilih sebuah kampus yang sudah dikenal baik oleh orang tua tentunya. Dengan demikian, tidakkah lebih baik kita mulai dari diri sendri dulu, beritahu kepada semua tetangga kalau kita ini ada. Lalu bolehlah kita mengaca sampai sejauh mungkin. Dan tentu tidak boleh dilupakan kalau setiap injakan kaki ini harus ada sebuah kehidupan intelektual yang subur.

Saya pun melanjutkan perjalanan dengan banyak sekali dugaan yang tak jelas.

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | 6 Komentar

Fenomena

Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari. Walaupun Bulan lebih kecil, bayangan Bulan mampu melindungi cahaya Matahari sepenuhnya karena Bulan yang berjarak rata-rata jarak 384.400 kilometer dari Bumi lebih dekat dibandingkan Matahari yang mempunyai jarak rata-rata 149.680.000 kilometer.

Perlu diketahui gerhana yang terjadi tgl 9 Maret 2016 Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | 4 Komentar

Konferensi cabang PMII Kab.Malang ke XIII

Konferensi Cabang (Konfercab) adalah forum musyawarah tertinggi ditingkat cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang dilakukan pada tanggal 06/03/2016, forum seperti ini dilakukan satu tahun satu kali untuk menentukan pemimpin yang akan memimpin satu tahun kedepan.

Pembukaan dilakukan oleh Sahabati Uyunul Mauidloh S.Pdi Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Contoh Laporan Ilmiah

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh pendidikannya, dan majunya pendidikan ditentukan oleh manusianya. Oleh karena itu, pendidikan butuh pembelajaran yang efektif dan efesien. Pembelajaran di Indonesia sudah bukan berpusat pada guru, tetapi siswa diminta untuk menemukan sendiri materi pemblejaran, sedangkan guru hanya memberikan garis besarnya. Di sini guru harus pintar dan kreatif dalam menemukan media pembelajaran untuk membantu pemahaman siswa. Oleh karena itu, dalam penelitian ini saya memfokuskan bagaimana “Pemanfaatan Media Pembelajaran di MTs Miftahul Ulum Argotirto”.

Menurut Gerlach dan (Ely, 1971:7)  media pembelajaran adalah segala seuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari suatu sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | 4 Komentar